Resmi, Tempat Wisata di Kabupaten Tegal Hanya Tutup 2 Hari, Tahun Baru Sudah Buka Kembali - Tribun-pantura.com

Kawasan Teritori Rekreasi Tegal – Siti Masitha Soeparno selesai menyaksikan cantiknya teritori Polder Bayeman saat malam hari, saat pantauan pembangunan Kota Tegal pada Minggu (14/8) malam, bersama Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah kota.

Walikota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno menyebutkan objek rekreasi yang diperkirakan mempunyai tujuan selainnya buka lapangan kerja untuk masyarakat sekitaran, akan ada penghasilan untuk kas wilayah lewat retribusi.

Polder Bayeman Diusulkan Jadi Kawasan Teritori Rekreasi Tegal Menarik

Kekuatan pertama yaitu laut dan yang ke-2 polder,” sebutkan Walikota ke reporter saat ada di Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, selesai memantau lampu penerang jalan yang baru terpasang di sejauh jalan daerah daerah RT 11 RW II Kelurahan Mintaragen.

Disebut Walikota di dalam rencana ke depan, akan dilaksanakan koreksi master rencana oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Tegal di mana Polder Bayeman yang sekarang jadi rimba kota kelak bisa menjadi objek rekreasi.

Jelajahi Rekreasi Tegal

Waktu memberikan jam 07:00 pagi, kami bersiap-sedia lakukan penjelajahan baru, menelusuri beberapa lokasi rekreasi Tegal yang jauh dari pusat perkotaan sambil memeriksa #jaringanbaru. Ini kali kami tidak sendirian, ada empat orang rekan, dan seseorang dari @DolanTegal. Perjalanan diawali dari kantor salah satunya operator mobile yang berada di Tegal. Baru saja keluar kantor, arus jalan raya mulai padat.

Perjalanan pertama di mulai dengan menelusuri ke lokasi yang cukup mengguncangkan Indonesia, bahkan juga peluang di dunia, lokasi di mana ditemukan fosil-fosil manusia dan hewan purba yang kabarnya umurnya lebih tua dari fosil-fosil yang diketemukan di Sangiran, ya, di mana jika tidak di Semedo. Semedo berada di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Telah banyak peralihan yang cukup berarti di lokasi museum simpel itu. Masterplan gagasan pembangunan museum juga terlihat gagah terpajang dari sisi rumah pak Dakri. Sama seperti dengan infrastruktur jalan yang yang akan datang akan diperbarui.

Beberapa hal sebagai perhatian kami ialah asal mula berkenaan Semedo, riwayat, LSM yang sejauh ini turut menolong keberadaan Semedo, pendayagunaan warga sekitaran. Tidak lupa kami mengcek jaringan dan yang paling akhir dan yang terpenting ialah ambil dokumentasi alias beberapa foto 😀

Sate Kambing Balibul lezat!

Setelah dari Semedo, perjalanan diteruskan ke Tuwel untuk isi perut yang telah keroncongan. Yang paling nge-hits ialah Sate Balibulnya, dari terlalu jauh juga wewangiannya telah tercium. Satu kodinya dengan harga Rp. 90.000 (full daging), yang campur Rp. 80.000, dan untuk gulai Rp. 20.000/ jatah. Tidak boleh ditanyakan kembali rasanya, sate daging kambing muda memang lain dibanding lainnya. Ada manis-manisnya getho 😀

Perut terasa kenyang, menambahkan semangat kami untuk kembali jalanan. Ini kali mengintari Bumijawa. Rencaannya kami akan berkunjung ke Curug Cantel, tetapi karena baru diguyur hujan, kami menangguhkan niat ke sana. Kebun teh Bumijawa pun tidak kami terlewat.

Perjalanan hebat ini mudah-mudahan tetap lanjut ke beberapa tempat yang lain.

Rekreasi Di Kabupaten Tegal Akan Dibuka

Tadi siang (23/6), berada di Hotel Grand Dian Slawi, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal melangsungkan Konsentrasi Grup Discussion (FGD) mengenai aturan kehidupan baru produktif dan aman Covid19 bidang pariwisata.

Pada acara itu Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie bersama Plt. Kepala Dinas Porapar Suharinto jadi pembicara, yang dituruti oleh beberapa Aktor Rekreasi, Pengurus Dusun Rekreasi dan Pokdarwis Kabupaten Tegal..

“Gagasannya kita akan lakukan pembukaan dengan bertahap ini ketentuan masih dibikin, bayang-bayang aku tahapan pertama itu agar semakin ke melatih ruang usaha, dusun rekreasi, beberapa karyawan, dan penduduknya lakukan training SOP prosedur kesehatan.” terang Sabilillah Ardie.

Beliau menambah, jika di dua minggu awal pembukaan kemampuan terbatas sekitaran 25% dan cuman bisa untuk masyarakat Kabupaten Tegal saja, ditahap ke-2 pembukaan rekreasi akan dengan bertahap menambahkan kemampuan pendatangnya dan membolehkan masyarakat dari kota zone hijau bisa masuk ke rekreasi, dan masyarakat dari kota zone kuning dibolehkan masuk ditahap ke-3 sampai keseluruhan kemungkinan 100% kondisi new normal.

Bukit Rangkok Pagerwangi Tujuan Rekreasi Ekstrim Di Tegal

Sesudah dahulu sempat hits pada tahun 2015-an, rekreasi ekstrim yang berada di Pagerwangi, kecamatan Balapulang, kabupaten Tegal, ini sah dibuka lagi hari Senin tempo hari (24/6). Ini kali mengangkat topik dan ide baru yang tentu saja dengan standard keamanan internasional. Dahulu, pengunjung hanya naiki batu besar saja, sekarang pada tempat ini difasilitaskan tangga besi “lewat ferrata” untuk naik ke pucuk bukit, dan ada pula sky bridge.

Bukit Rangkok Pagerwangi

Panorama dari pucuk bukit benar-benar cantik, bila cuaca ceria, sepintas akan kelihatan gunung Slamet yang kuat berdiri. Persawahan hijau menambahkan asri tempat ini. Wujud batu pucuk Bukit Rangkok nyaris serupa dengan Pucuk Garuda di Gunung Merapi. Tidak begitu tinggi, cuman sekitaran 4 mtr.. Tetapi tetap harus waspada.

Karena tempat ini termasuk ekstrim, karena itu diutamakan untuk yang punyai nyali saja. Atau ingin coba kesan sky brigde bisa.

Menurut ibu Umi Azizah dalam sambutannya tempo hari sampaikan “Rekreasi seperti Pagerwangi ini Cuman ada 5 di Indonesia yang, satu diantaranya dari 5 itu ialah Bukit Rangkok”. Tentu saja kita harus senang donk ya, dan satu kembali, tidak boleh buang sampah asal-asalan apa lagi corat-coret batunya.

baca juga : 5 Pilihan Wisata Pantai Dekat Bandung